Senin, 25 Oktober 2010

Hubungan antara masyarakat, penduduk dan kebudayaan 3


Demografi Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 245 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.
Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Penduduk

Migrasi penduduk besar-besaran ke wilayah Indonesia dari Hindia Belakang diyakini setidak-tidaknya terjadi atas 2 gelombang migrasi. Migrasi besar-besaran pertama, beberapa abad sebelum Masehi, saat ini dikenal sebagai rumpun Proto-Melayu yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan diwilayah Nusantara; dan migrasi besar-besaran kedua menjelang abad Masehi, saat ini hidup didaerah pesisir dan dataran rendah dikenal sebagai rumpun Deutro-Melayu. Ras di Indonesia sebagian besar adalah ras Sinida dari rumpun bangsa Mongoloid mendiami Daratan Indonesia bagian Barat dan Daratan Indonesia Bagian Tengah; sebagian kecil, terutama di Daratan Indonesia Bagian Timur didiami oleh ras Melanesia dari rumpun bangsa Australoid.
Imigran ke Indonesia terutama dari China tenggara, merupakan penduduk keturunan asing yang terbanyak, menyebar hampir di semua kota besar di Indonesia. Demikian pula pendatang dari Arab, Hadramaut -Yaman merupakan kelompok pendatang kedua terbanyak dan disusul oleh pendatang dari India dan sekelompok kecil dari Eropa. Suku bangsa pribumi yang terbanyak persentasenya di Indonesia adalah suku Jawa dan disusul oleh suku Sunda.
Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain :
  • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian.
  • Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar.
  • Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa.
  • Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius
  • Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi


Penyebab atau Alasan Terjadinya Migrasi atau Perpindahan Penduduk Desa, Kota, Negara Dan Lain-Lain - Geografi

Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindaha penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Alasan yang menyebabkan manusia / orang pelakukan aktifitas migrasi :
1. Alasan Politik / Politis
Kondisi perpolitikan suatu daerah yang panas atau bergejolak akan membuat penduduk menjadi tidak betah atau kerasan tinggal di wilayah tersebut.
2. Alasan Sosial Kemasyarakatan
Adat-istiadat yang menjadi pedoman kebiasaan suatu daerah dapat menyebabkan seseorang harus bermigrasi ke tempat lain baik dengan paksaan maupun tidak. Seseorang yang dikucilkan dari suatu pemukiman akan dengan terpaksa melakukan kegiatan migrasi.
3. Alasan Agama atau Kepercayaan
Adanya tekanan atau paksaan dari suatu ajaran agama untuk berpindah tempat dapat menyebabkan seseorang melakukan migrasi.
4. Alasan Ekonomi
Biasanya orang miskin atau golongan bawah yang mencoba mencari peruntungan dengan melakukan migrasi ke kota. Atau bisa juga kebalikan di mana orang yang kaya pergi ke daerah untuk membangun atau berekspansi bisnis.
5. Alasan lain
Contohnya seperti alasan pendidikan, alasan tuntutan pekerjaan, alasan keluarga, alasan cinta, dan lain sebagainya.

From :
http://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Indonesia
http://organisasi.org/penyebab_atau_alasan_terjadinya_migrasi_atau_perpindahan_penduduk_desa_kota_negara_dan_lain_lain_geografi


Nama : Anggriana Pradita
NPM : 10110849
Kelas : 1ka31
Mata kuliah : Softskill ISD

Hubungan antara masyarakat, penduduk dan kebudayaan 2


Antara masyarakat, penduduk dan kebudayaan memiliki keterkaitan yang sangat erat yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu negara. Di Indonesia terdapat beberapa provinsi dan beberapa pulau yang memiliki berbagai macam kebudayaan, masyarakat dan penduduk. Dalam hal kebudayaan terdapat beberapa persamaan antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain. Namun tetap mempunyai ciri khas dan kebudayaan yang berbeda dari masing-masing daerah.

Sebagai contoh yaitu Papua. Provinsi Papua merupakan Provinsi yang paling luas wilayahnya dari seluruh Provinsi di Indonesia. Luas Provinsi Papua ± 410.660 Km2 atau merupakan ± 21% dari luas wilayah Indonesia. Lebih dari 75% masih tertutup oleh hutan-hutan tropis yang lebat, dengan ± 80% penduduknya masih dalam keadaan semi terisolir di daerah pedalaman (bagian tengah Papua). Jumlah penduduk 2,3 Juta Jiwa dengan kepadatan penduduk 5,13 orang per Km2 .Secara geografis berada diantara garis meridian 0’19’ - 10045 LS dan antara garis bujur 1300 45 - 141048 BT yang membentang dari Barat ke Timur dengan silang 110  atau 1.200 Km. Papua berada didaerah yang beriklim tropis dengan cuaca yang panas dan lembab d daerah pantai, serta cuaca dingin dan bersalju pada bagian yang tertinggi di daerah pegunungan Jayawijaya.

Keadaan iklim di Papua sangat dipengaruhi oleh topografi daerah. Pada saat musim panas di dataran Asia (bulan Maret dan Oktober) Australia mengalami musim dingin, sehingga terjadi tekanan udara dari daerah yang tinggi (Australia) ke daerah yang rendah (Asia) melintasi pulau Papua sehingga terjadi musim kering terutama Papua bagian selatan (Merauke). Sedikitnya pada saat angin berhembus dari Asia ke Australia (bulan Oktober dan Maret) membawa uap air yang menyebabkan musim hujan, terutama Papua bagian utara, dibagian selatan tidak mendapat banyak hujan karena banyak tertampung di bagian utara. Keadaan iklim Papua termasuk iklim tropis, dengan keadaan curah hujan sangat bervariasi terpengaruh oleh lingkungan alam sekitarnya. Curah hujan bervariasi secara lokal, mulai dari 1.500 mm sampai dengan 7.500 mm setahun. Curah hujan di bagian utara dan tengah rata-rata 2000 mm per tahun (hujan sepanjang tahun). cuaca hujan di bagian selatan kurang dari 2000 mm per tahun dengan bulan kering rata-rata 7 (tujuh) bulan. Jumlah hari-hari hujan per tahun rata-rata untuk Jayapura 160, Biak 215, Enarotali 250, Manokwari 140 dan Merauke 100.

Penduduk asli  yang mendiami pulau Papua sebagian besar termasuk ras suku Melanesian, karena ciri-ciri seperti warna kulit, rambut, warna rambut yang sama dengan penduduk asli di bagian utara, tengah dan selatan yang memiliki ciri-ciri tersebut. Di bagian barat (Sorong dan Fak Fak) penduduk di daerah pantai mempunyai ciri yang sama dengan penduduk di kepulauan Maluku, sedangkan penduduk asli di pedalaman mempunyai persamaan dengan penduduk asli di bagian tengah dan selatan. Selain penduduk asli di Papua terdapat juga penduduk yang berasal dari daerah-daerah lainnya seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku: yang berada di Papua sebagai Pegawai Negeri, ABRI, Pengusaha, Pedagang, Transmigrasi dan sebagainya, bahkan juga ada yang dari luar Indonesia, misalnya Amerika, Perancis, Jerman dan lain-lain yang berada di Papua sebagai Missionaris dan Turis.

Kebudayaan penduduk asli Papua mempunyai persamaan dengan penduduk asli beberapa negara Pasifik Selatan maupun Rumpun, Malanesia. Kebudayaan penduduk asli di daerah-daerah pedalaman Papua kebanyakan masih asli (tradisional) dan sulit untuk dilepaskan dan sangat kuat pengaruhnya. Kebudayaan penduduk  asli di daerah pantai sudah mengalami perubahan (walaupun tidak secara keseluruhan). Oleh karena kemudahan dalam transportasi maupun komunikasi, masyarakat di daerah pantai biasanya lebih cepat menerima pengaruh atau perubahan dari luar dengan sendirinya ikut mempengaruhi kebudayaan penduduk daerah setempat. Beberapa kelompok suku tertentu terutama di daerah-daerah pedalaman (Jayawijaya), Merauke, Yapen Waropen, Paniai dan Kepala Burung), masih tetap mempertahankan kebudayaan aslinya secara utuh dan sulit dipengaruhi kebudayaan luar. Dalam perkembangannya dewasa ini sedikit demi sedikit mengalami perubahan, terutama dengan adanya misi gereja yang beroperasi di daerah-daerah pedalaman yang akan ikut mempengaruhi kebudayaan.


From :
http://www.dprp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=60&Itemid=64&showall=1




Nama : Anggriana Pradita
NPM : 10110849
Kelas : 1ka31
Mata kuliah : Softskill ISD

Hubungan antara masyarakat, penduduk dan kebudayaan


Masyarakat

Pengertian Masyarakat

Masyarakat merupakan sejumlah individu yang berkumpul dan menetap dalam satu wilayah, masyarakat tumbuh dan berkembang dalam segala aspek secara bersama. Masyarakat hidup untuk menyelesaikan tujuan didalam kehidupannya, baik dalam hal keagamaan, spiritual, sastra, keseniaan dan pengetahuan. Manusia juga merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb. Manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya.

Penduduk

Penduduk merupakan orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Penduduk juga merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar dengan negara-negara lain.

Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk. Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

Piramida penduduk

Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.


Kebudayaan

Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya juga merupakan suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

HUBUNGAN ANTARA MASYARAKAT, PENDUDUK DAN KEBUDAYAAN

Antara masyarakat, penduduk, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat satu sama lain. Masyarakat, penduduk dan kebudayaan telah menyatu dalam kehidupan suatu Negara. Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.




From :
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
http://tasarkarsum.blogspot.com/2006/08/perbedaan-negara-dan-masyarakat.html
http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia


Nama : Anggriana Pradita
NPM : 10110849
Kelas : 1ka31
Mata kuliah : Softskill ISD

Senin, 11 Oktober 2010

Tugas 2 Artikel Ilmu Sosial dasar 2

Perubahan sosial budaya

Pengertian perubahan sosial

Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi disetiap masyarakat. Begitu melekatnya gejala perubahan sosial didalam kehidupan masyarakat sampai muncul anggapan yang mengatakan bahwa semua yang ada dimasyarakat mengalami perubahan, kecuali satu hal saja yaitu perubahan itu sendiri. Artinya perubahan itu sendirilah yang tidak pernah mengalami perubahan, tidak pernah surut atau berhenti.

Dalam membahas tentang perubahan yang terjadi didalam suatu masyarakat sering dibedakan antara perubahan sosial dan perubahan budaya. Perbedaan ini didasarkan pada pengertian antara masyarakat dan kebudayaan. Perubahan sosial  dan perubahan budaya mempunyai satu segi persamaan, kedua-duanya menyangkut suatu adaptasi atau perbaikan dalam cara masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Beberapa peristiwa yang terkait dengan perubahan sosial
-         Penemuan
-         Invensi
-         Difusi
-         Asimilasi

Faktor-faktor pendorong perubahan sosial budaya
-         Bertambah atau berkurangnya penduduk
-         Isolasi dan kontak dengan pihak luar
-         Sikap terbuka lapisan masyarakat
-         Penduduk yang heterogen
-         Ketidakpuasan masyrakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu

Faktor-faktor penghambat perubahan sosial budaya
-         Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
-         Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
-         Sikap masyarakat yang sangat tradisional
-         Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan

Beberapa contoh perilaku masyarakat akibat adanya perubahan sosial budaya
-         Pemberontakkan
-         Aksi protes dan demonstrasi
-         Kriminalitas

Dengan penjelasan tentang pengaruh perubahan sosial budaya dalam suatu masyarakat baik yang positif maupun negatif, berarti kita memahami bahwa tidak semua usaha pembaharuan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dan mungkin perorangan semuanya akan menghasilkan hal-hal yang positif. Tata kesopanan dapat saja ditinggalkan tanpa terasa karena siswa sering melihat pemandangan itu biasa dilakukan orang dewasa.  

Sumber : sosiologi, pengetahuan sosial  

Sabtu, 02 Oktober 2010

Tugas 2 Artikel Ilmu Sosial dasar

PERKEMBANGAN ILMU SOSIAL

Ilmu-ilmu sosial mendapatkan perhatian besar dari cendekiawan Muslim. Sebut saja, sejarawan Ibnu Khaldun. Pada zamannya, tokoh ini berhasil membangun fondasi ilmu sosial. Ia mempelajari kehidupan sebuah masyarakat, bahkan sampai aspek ekonomi hingga melahirkan teori-teori ekonomi.

Para cendekiawan Muslim memberikan kontribusi besar pada ilmu sosial, termasuk antropologi. Dalam tulisannya tentang sejarah antropologi, Marvin Harris mengatakan, kalangan ilmuwan Muslim telah mengembangkan dua kerangka empirisutama dalam kajian antropologi.

Pertama, ketertarikan pada perbandingan budaya antarmasyarakat yang berbeda. Kedua, perkembangan suatu masyarakat dari waktu ke waktu. Ahli-ahli sosial dari dunia Islam memberikan kontribusi luar biasa pada kajian ini yang bermanfaat bagi umat manusia.

Hasil pemikiran mereka pun melahirkan manfaat besar, termasuk dalam penyebaran agama. Mereka bisa lebih membumikan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang membuat Islam mudah diterima di banyak komunitas lokal tempat agama tersebut berkembang.
Telaah budaya, tradisi, dan karakteristik suatu masyarakat, dalam banyak hal mendukung perkembangan aspek syiar Islam. Laman Muslimheritage, menguraikan, agama Islam mengalami perkembangan pesat di kawasan Asia dan Afrika. Jumlah pemeluk agama ini semakin bertambah.
Keberhasilan itu tak begitu saja diraih, tetapi melalui langkah jitu. Masuknya agama Islam tidak menyingkirkan tradisi dan budaya setempat, tetapi berasimilasi dan pada akhirnya diterima secara luas. Masyarakat pun berkesempatan menjalankan ajaran agama de-ngan tetap mempraktikkan budaya lokal.

Sumber : http://bataviase.co.id/node/349470


Nama : Anggriana Pradita
NPM : 10110849
Kelas : 1ka31
Mata kuliah : Softskill ISD

Jumat, 01 Oktober 2010

Tugas 1 Ilmu Sosial Dasar

Bab I
A. Pengertian ilmu sosial dasar
Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang diwujudkan oleh setiap masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan ilmu-ilmu sosial.

B. Tujuan  ilmu sosial dasar
Tujuan dari ilmu sosial dasar adalah sebagai pembinaan mahasiswa agar :
1.      Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
2.      Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut dalam usaha menanggulanginya.
3.      Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks (suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung) dan hanya dapat mempelajarinya secara kritis-interdisipliner.
4.      Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.

C. Hubungan ilmu sosial dasar dengan ilmu pengetahuan sosial
Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial mempunyai hubungan dalam hal persamaan dan perbedaan.
Adapun persamaan antara keduanya :
1.      Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
2.      Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
3.      Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya :  
1.      Ilmu sosial dasar diberikan di perguruan tinggi, sedang ilmu pengetahuan sosial diberikan di sekolah lanjutan.
2.      Ilmu sosial dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang ilmu pengetahuan sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran untuk sekolah lanjutan.
3.      Ilmu sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan sosial diarahkan lebih kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
  
D. Ruang lingkup ilmu sosial dasar
Ruang lingkup ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas tiga golongan :
1.      Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu. Kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu sosial.
2.      Konsep-konsep sosial dibatasi pada konsep dasar saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
3.      Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial antara yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.       
 

Nama : Anggriana Pradita
NPM : 10110849
Kelas : 1ka31
Mata kuliah : Softskill ISD