Minggu, 28 April 2013

Berpikir Induktif

Berpikir Indultif

Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal - hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum (Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 444 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Berpikir induktif merupakan metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal - hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Berikut ini adalah macam - macam penalaran induktif :

Generalisasi 

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

Contoh :
Generalisasi juga disebut induksi tidak sempurna (lengkap). Guna menghindari generalisasi yang terburu-buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus didasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi pemeriksaan ini jarang dicapai. Sehingga kita harus mencari jalan yang lebih praktis untuk membuat generalisasi yang sah.

Tiga cara pengujian untuk menentukan generalisasi :
  • Menambah jumlah kasus yang diuji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus kritis untuk menentukan apakah generalisasi (mencapai probabilitas).
  • Hendaknya melihat adakah sample yang diselidiki cukup representatif mewakili kelompok yang diperiksa.
  • Apabila ada kekecualian, apakah juga diperhitungkandan diperhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?
Hipotesis 

Hipotesis merupakan dalil atau jawaban sementara yang diajukan berdasarkan pengetahuan yang terkumpul sebagai petunjuk bagi penelitian lebih lanjut. Hipotesis ilmiah harus memenuhi syarat, diantaranya dapat diuji kebenarannya, terbuka dan sistematis sesuai dengan dalil - dalil yang dianggap benar serta dapat menjelaskan fakta yang dijadikan fokus kajian.

Analogi

Pemikiran ini berawal dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khusus lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.

Pengetahuan secara analogis adalah suatu metode yang menjelaskan barang-barang yang tidak biasa dengan istilah - istilah yang dikenal ide - ide baru bisa dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal - hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai.

Hubungan Kausal

Hubungan ini berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsung dalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. 

Ada tiga jenis hubungan kausal yaitu :
  • Hubungan Sebab-Akibat : yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
  • Hubungan Akibat-Sebab : yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
  • Hubungan Sebab-Akibat1-Akibat2 : yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Sampai seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Induksi dalam Metode Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang simana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah atau proses kerja. Eksposisi ini lazim disebut sebagai paparan proses.

Langkah menyusun eksposisi :
  • Menentukan topik atau tema
  • Menetapkan tujuan
  • Mengumpulkan data dari berbagai sumber
  • Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
  • Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi